MEMILIH PEMIMPIN MUSLIM ATAU NON MUSLIM YANG BERSIH DAN ADIL

8 Oktober 2016 Komentar dimatikan

Manakah yang mesti dipilih jika ada dua pilihan. Ada calon pemimpin yang muslim tapi suka bermaksiat, ataukah non muslim yang dikatakan bersih dan adil ?

Yang jelas, tidak pantas non muslim menguasai rakyat yang mayoritas muslim. Kenapa demikian ?

Karena memang Allah melarangnya. Islam itu tinggi, artinya di atas, bukan di bawah, bukan berada dalam kekuasaan non muslim. Sangat tidak pantas Islam yang mulia ini malah dikuasai oleh non muslim. Baca selanjutnya…

Iklan
Kategori:agama

KOKAM selalu hebat

3 Oktober 2016 Komentar dimatikan
Kategori:Artikel

SUAMIKU BUKAN JODOHKU

30 Januari 2016 1 komentar

Suamiku bukan jodohku

Illustrasi

“Apa yang hendak kau harap dari laki-laki itu nak? Coba kau katakan pada tante”

Aku disidang dalam sebuah kamar di rumah mertua adikku sendiri, tatkala suamiku tega meninggalkanku pulang sendiri ke kampung. Ya, ini adalah kali pertama tanteku yang sangat sabar akhirnya mencoba menyadarkanku akan permintaan keluargaku untuk berpisah dengan duda yang menikahiku 7 tahun silam. Baca selanjutnya…

Kategori:agama, Artikel

KISAH SEBUAH PERNIKAHAN

30 November 2015 Komentar dimatikan

 

“ Sedikit Renungan cerita buat kita yang banyak hikmahnya jika kita mau mengkajinya” Hari pernikahanku. Hari yang paling bersejarah dalam hidup. Seharusnya saat itu aku menjadi makhluk yang paling berbahagia. Tapi yang aku rasakan justru rasa haru biru.           Pernikahan

Betapa tidak. Di hari bersejarah ini tak ada satu pun sanak saudara yang menemaniku ke tempat mempelai wanita. Apalagi ibu. Beliau yang paling keras menentang perkawinanku. Masih kuingat betul perkataan ibu tempo hari,

“Jadi juga kau nikah sama buntelan karung hitam’ itu ….?!?” Duh……, hatiku sempat kebat-kebit mendengar ucapan itu. Masa calon istriku disebut ‘buntelan karung hitam’. Baca selanjutnya…

Kategori:Artikel

WASIAT KH. AHMAD DAHLAN

28 November 2015 Komentar dimatikan

muhammadiyahHIDUP-HIDUPLAH MUHAMMADIYAH, JANGAN MENCARI HIDUP DI MUHAMMADIYAH

Itulah wasiat yang berupa pesan singkat (semacam “SMS”) dari pendiri Persyarikatan Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, kepada para pengikut dan pendukungnya menjelang akhir kepemimpinan dan hayatnya (1923). Dan, wasiat itu, oleh Pak AE Fachruddin (ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah terlama, 1968-1990), dinilai sangat mendasar dan mendalam. Tetapi, wasiat itu akhir-akhir ini nyaris tak terdengar lagi. Tenggelam dalam dinamika dan perubahan zaman. Baca selanjutnya…

Kategori:Artikel

MAKNA LAMBANG MUHAMMADIYAH

3 Oktober 2015 Komentar dimatikan

MAKNA LAMBANG MUHAMMADIYAH

LOGO MUHAMMADIYAH-2

Banyak dari adik-adik generasi muda Muhammadiyah yang menanyakan makna lambang Muhammadiyah kepada saya. Mereka menanyakan siapa yang menciptakan lambang Muhammadiyah? Kapan lambang itu diciptakan? Apa makna lambang itu? Apa makna tulisan Muhammadiyah di tengah dan dua kalimat syahadat yang melingkarinya? Mengapa warna dasarnya hijau? Mengapa sinarnya dua belas? Mengapa warna sinarnya putih? Dan seterusnya. Baca selanjutnya…

Kategori:Artikel

Muktamar Muhammadiyah Bermartabat Jadi Teladan Muktamar Lainnya

4 Agustus 2015 Komentar dimatikan

Jakarta – Dalam pidato iftitah, ketua umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin berpesan soal Muktamar Muhammadiyah ke-47. Din berharap Muktamar berjalan tertib dan harus menjadi teladan bagi Muktamar lainnya.
“Harapan kita semua semoga Muktamar berjalan lancar, berkualitas, elegan dan bermartabat,” kata Din Syamsuddin dalam sidang pleno I di Balai Sidang Muktamar, kampus Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismu) Jalan Sultan Aliuddin, Makassar, Senin (3/8/2015). Hadir sekitar 3.000 peserta.
Menurut Din, Muktamar bermartabat itu sangat bergantung kepada pimpinan dan peserta Muktamar. Din mengajak agar mengedepankan ‘adabul majlis’ atau akhlak dan etika dalam permusyawaratan untuk saling bertenggang rasa.
“Kalau mau bicara nggak usah teriak-teriak. Kalau begitu, nggak ada bedanya Muhammadiyah dengan yang lain,” ujar Din disambut tepuk tangan peserta.
Muktamar Muhammadiyah yang baru dibuka pagi tadi oleh Presiden Joko Widodo, akan berlangsung hingga Jumat (7/8) nanti. Din, berharap Muktamar ke-47 tidak tercederai dengan perilaku tak beradab.
“Sekali Muktamar ini tercederai dengan perilaku yang tidak beradab, maka tidak hanya merusak nama Muhammadiyah, tidak hanya merusak dakwah Muhammadiyah, tapi juga merusak nama Islam,” tegas Din.
“Maka marilah kita upayakan sebuah Muktamar yang beradab,” imbuhnya.

Baca selanjutnya…

Kategori:Muktamar